MAKALAH AKHLAK DAN SASARAN AKHLAK



MAKALAH


AKHLAK DAN SASARAN AKHLAK
PADA MATAKULIAH AGAMA
Dosen Pembimbing : Masroni Nashir


Penyusun

NITA DUROTUL HUSNA
13.1.01.11.0080


PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2013

KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tiada yang pantas terucap selain rasa syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan, rahmat, taufik dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah “Akhlak dan Sasarannya” sebagai tugas individu semester 1 (satu) dengan lancar dan tanpa ada kendali yang berarti.
Ucapan terimakasih juga tak luput penulis ucapkan kepada Bpk. Masroni Nashir selaku Dosen Pembimbing matakuliah Agama, serta seluruh pihak yang telah memberikan motivasi penulis baik berupa material maupun non material.
Pada makalah kali ini, penulis menyampaikan sebuah materi tentang Akhlak dan Sasaran Akhlak, akhlak disini meliputi pengertian akhlak dari berbagai pendapat atau sumber, dan Sasaran Akhlak meliputi empat aspek, yaitu : akhlak kepada Allah, akhlak kepada orang tua, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak kepada lingkungan.
Tentunya dalam penyusunan makalah ini tiada lepas dari ketidaksempurnaan dan kekurangan. Untuk itu, kritik dan masukan yang membangun sangat penulis harapkan sehingga untuk kedepannya penulis dapat memperbaiki lebih baik,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.









Kediri, September 2013




Penulis






  
DAFTAR ISI



Halaman Judul...................................................................................................................     i
Kata Pengantar .................................................................................................................    ii
Daftar Isi ...........................................................................................................................   iii
BAB I    : PENDAHULUAN ...........................................................................................    1
A.    Latar Belakang Masalah .............................................................................    1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................    2
C.     Tujuan Penulisan .........................................................................................    2
BAB II  : PEMBAHASAN ..............................................................................................    3
A.    Pengertian Akhlak .......................................................................................    3
B.     Sasaran Akhlak............................................................................................    4
1.      Akhlak kepada Allah ............................................................................    4
2.      Akhlak kepada Orang Tua ....................................................................    5
3.      Akhlak kepada Sesama Manusia............................................................    6
4.      Akhlak kepada Lingkungan ..................................................................    7
BAB III :  PENUTUP........................................................................................................    8
A.    Simpulan .....................................................................................................    8
B.     Saran ...........................................................................................................    8
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................    9












BAB I
PENDAHULUAN



A.    LATAR BELAKANG
Dewasa ini masih sering dijumpai permasalahan sosial yang menyangkut kepribadian seseorang yang dianggap salah. Seperti realita yang diberikan masih banyak moral manusia yang lepas dari adab/kebiasaan yang berlaku pada masyarakat sehingga menimbulkan ketidaksinambungan antara hubungan satu dengan lain yang akan memicu terjadinya konflik pribadi maupun konflik sosial. Oleh sebab itu, akhlaklah yang paling berperan dalam kehidupan sehari-hari, dengan akhlak manusia dapat memposisikan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga kehidupan manusia dapat berjalan dengan selaras dan konflik yang terjadi menjadi kecil.
Akhlak dalam ajaran Islam menduduki posisi yang sangat penting dan istimewa karena akhlak disinilah yang menjadikan hubungan  antar manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dengan sesamanya maupun dengan lingkungannya sesuai dengan apa yang telah disyariatkan. Dalam hal ini akhlak yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat tentu sudah tertanam dalam jiwa manusia yang muncul spontan dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari tanpa melalui pemikiran atau pertimbangan.
Timbulnya kesadaran akhlak dan kependirian manusia terhadap-Nya adalah pangkalan yang menentukan bagaimana corak manusia tersebut. Syariat Islam telah mengajarkan kita berperilaku akhlak sesuai dengan sasarannya, seperti akhlak kita kepada Allah adalah bentuk bagaimana kita beribadah kepada Allah sebagai hamba-Nya yang berakal, akhlak kepada orang tua dimana seseorang yang paling tinggi derajatnya yang telah membesarkan dan memberikan kasih sayangnya kepada kita dimana kita tidak bisa membalas seluruh kebaikan orang tua kecuali dengan akhlak baik kita terhadap orang tua, akhlak kepada sesama manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin tidak membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidupnya, akhlak kepada lingkungan yaitu manusia sebagai kholifah fil ard yang mewajibkan kita untuk menjaga lingkungan ciptaan-Nya dan tidak berbuat kerusakan.


B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi fokus pembicaraan yang akan dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Bagaimana pengertian akhlak ?
2.      Apa saja yang menjadikan aspek-aspek sasaran akhlak dan penjelasannya ?

C.    TUJUAN PENULISAN
Beberapa Tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui arti pengertian dari akhlak.
2.      Untuk mengetahui aspek-aspek sasaran akhlak dan penjelasannya.



BAB II
PEMBAHASAN



A.    PENGERTIAN AKHLAK
Akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab اخلاق, bentuk jamak kata خلق yang secara etimologis berarti tabiat, perangai, kebiasaan atau karakter.
Menurut Imam Ghozali, akhlak adalah : “sifat yang tertanam dalam jiwa yang dapat menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan perhitungan”. Sedangkan menurut Abdul Karim Zaidan, Akhlak adalah : “nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, dengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatan baik dan buruk, untuk kemudian memilih melakukan ataupun meninggalkan”. Menurut Ahmad Amin akhlak ialah “membiasakan kehendak”, hal ini menunjukkan bahwa dari suatu kehendak atau perilaku yang telah kita biasakan akan membentuk suatu akhlak. Contohnya bila kita membiasakan untuk memberi, maka akan melahirkan akhlak dermawan atau kepedulian sosial.
Pengertian akhlak menurut istilah, banyak mendapat perhatian beberapa tokoh antara lain :
1.      Menurut Al-Qurthuby : Akhlak merupakan suatu perbuatan manusia yang bersumber dari adab kesopanan yang disebut akhlak.
2.      Menurut Muhammad Bin ‘Illan Ash-Shidiqy : Akhlak adalah suatu pembawaan dalam diri manusia, yang dapat menimbulkan perbuatan baik, dengan cara yang mudah tanpa ada dorongan dari orang lain.
3.      Menurut Ibnu Maskawih : Akhlak adalah keadaan jiwa yang selalu mendorong manusia untuk berbuat, tanpa harus memikirkan lebih lama.
4.      Menurut Abu Bakar Jabir Al-Jazairy : Akhlak adalah bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia, yang menimbulkan perbuatan baik dan buruk, terpuji dan tercela dengan cara disengaja.
5.      Menurut Al-Ghazali : Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang mudah dilakukan tanpa memikirkannya lebih dahulu. Maka jika sifat tersebut melahirkan suatu yang terpuji menurut agama dinamakan akhlak baik. Tetapi jika perbuatan tersebut jahat, maka disebut akhlak buruk.
Bertolak dari pengertian itu semua, akhlak dalam agama islam pada dasarnya menyangkut kualitas perbuatan manusia yang merupakan ekspresi dari kondisi kejiwaan. Akhlak dalam Islam bukanlah norma ideal yang tidak dapat diimplementasikan ataupun sekedar kumpulan etika yang keluar dari norma kebaikan yang sejati.
Begitu pentingnya nilai akhlak telah diriwayatkan suatu ketika Rosululloh bertanya pada sahabatnya, “Inginkah kalian kuberitahu siapa dari kalian yang pali kucintai dan akan duduk denganku di majelis pada hari akhir kelak?” Pertanyaan serupa telah diulang tiga kali oleh Rosululloh, lalu para sahabat terhenyak kemudian berkata, “Ya kami ingin mengetahuinya ya Rosululloh!” Rosululloh kemudian bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR. Ahmad).
Hadits di atas menggambarkan sunnah Rosululloh yang menggarisbawahi secara eksplisit syariat yang ada di dalamnya yakni menjunjung tinggi nilai akhlak, sehingga manusia dituntut untuk merealisasikan sunnah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya akhlak merupakan cerminan kadar keimanan seseorang. Hal tesebut membuktikan bahwa pada dasarnya agama Islam adalah agama etika dan akhlak, dan para penganutnya adalah orang-orang yang akhlaki dan berbudi pekerti yang luhur.

B.     SASARAN AKHLAK
Akhlak juga mempunyai sasaran dimana akhlak tersebut harus dijalankan, aspek-aspek sasaran akhlak yakni :
1.      Akhlak kepada Allah
Akhlak kepada Allah yakni pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Illah (Tuhan, yang didahulukan) selain Allah SWT, dzat yang Maha Esa, dzat yang Maha suci atas semua sifat-sifat terpuji-Nya, tidak ada satupun yang dapat menandingi ke-Esaan-Nya, jangankan manusia, malaikatpun tidak ada yang menjangkau hakikat-Nya.
Malaikatpun berucap : “Maha Suci Engkau Wahai Allah, kami tidak mampu memuji-Mu, Pujian atas-Mu, adalah yang Engkau pujikan kepada diri-Mu”. Teramati semua bahwa semua makhluk menyucikan-Nya dari segala kekurangan dan menyertakan pujian kepada-Nya. Itulah sebabnya mengapa al-Qur’an mengajarkan kita untuk menyucikan-Nya juga memerintahkan kepada kita semua untuk berserah diri kepada Allah karena segala yang bersumber dari Allah adalah baik, benar dan sempurna tidak ada kekurangan sedikitpun.
Di sini saya akan menyampaikan beberapa ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan akhlak kepada Allah, yakni :
1)      Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS.An-Naml (27): 93)
2)      Mahasuci Allah dan segala sifat yang mereka sifatkan kepada-Nya, kecuali (dari) hamba-hamba Allah yang terpilih (QS Ash-Shaffat [37]: 159-160).
3)      Dan para malaikat menyucikan sambil memuji Tuhan mereka (QS Asy-Syura [42]: 5).
4)      Guntur menyucikan (Tuhan) sambil memuji-Nya (QS Ar-Ra'd [13]: 13).
5)      Dan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih (menyucikan Allah) sambil memuji-Nya (QS Al-Isra' [17]: 44).
6)      (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka jadikanlah Allah sebagai wakil (pelindung). (QS. Al-Muzzammil (73): 9)
7)      Allah mengetahui dan kamu sekalian tidak mengetahui (QS Al-Baqarah: 216).
8)      Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, itu dan (kesalahan) dirimu sendiri (QS An-Nisa' [4]: 79).
9)      Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai, dan bukan (jalan) mereka yang sesat (QS Al-Fatihah [1]: 7).
Sudah jelas digambarkan bahwa begitu mulianya dzat Allah, oleh karena itu kita sebagai umat-Nya adalah keharusan untuk menjalankan kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya juga kesadaran bahwa petunjuk jalan kebaikan adalah bersumber dari Allah.
2.      Akhlak kepada Orang Tua
Orang tua menjadi sebab adanya anak-anak, karena itu akhlak terhadap orang tua sangat ditekankan oleh ajaran islam. Bahkan berdosa kepada orang tua termasuk dosa besar yang siksanya tidak hanya di akhirat akan tetapi di dunia juga.
Prinsip-prinsip dalam melaksanakan akhlak mahmudah terhadap orang tua adalah:
a.       patuh, yaitu mentaati perintah orang tua, kecuali yang bertentangan dengan perintah Allah
b.      ihsan, yaitu berbuat baik kepada mereka sepanjang hidupnya
c.       lemah lembut dalam perkataan maupun tindakan
d.      merendahkan diri di hadapannya
e.       berterima kasih
f.       berdoa untuk mereka.
Anak wajib patuh kepada kedua orang tua, selama orang tua tidak mengajak syirik untuk menyekutukan Allah, hal ini ditegaskan pada firman Allah yang artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada orang tua ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan yang lemah bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaKu, dan kepada kedua orang tua ibu bapakmu, hanya kepadaKulah engkau kembali, dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku suatu yang tidak ada pengetahuan dengan itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah kepadanya di dunia dengan baik. (QS. Lukman : 23).
Begitu pentingnya kita untuk berbakti kepada orang tua, Allah telah memposisikan ini setelah perintah manusia untuk tidak menyekutukan Allah sehingga berbuat baik kepada orang tua berada di bawah satu tingkat setelah perintah tauhid (monoteisme).
3.      Akhlak kepada Sesama Manusia
Beberapa ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan akhlak kita kepada sesama manusia sebagaimana berikut :
1)      Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) (QS Al-Baqarah [2]: 263).
2)      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (QS An-Nur [24]: 27).
3)      Tidak wajar seseorang mengucilkan seseorang atau kelompok lain, tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan, atau menceritakan keburukan seseorang, dan menyapa atau memanggilnya dengan sebutan buruk (Al-Hujurat [49]: 11-12).
4)      Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi ini dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri, dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara itu adalah suara keledai (QS. Luqman : 31-18)
Karena manusia adalah makhluk sosial yang saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain hendaknya kita harus menjaga kesopanan, tutur kata yang lembut dan tidak menyakiti seperti sebutan Al-Muhsin yaitu orang yang memiliki harga diri, berkata benar, lemah lembut, juga seorang muslim yang mengikuti petunjuk-petunjuk akhlak Al-qur’an.
4.      Akhlak kepada Lingkungan
Arti dari lingkungan disini meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya, akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. Ini berarti manusia harus bisa menjaga, mengayomi, memelihara serta membimbing agar setiap makhluk tercapai tujuan atas penciptaanya. Sebagaimana contoh islam tidak membenarkan mengambil buah yang belum masak, memetik bunga yang belum mekar, karena hal ini tidak memberi kesempatan makhluk hidup untuk mencapai tujuan penciptaanya. Dalam hal ini manusia harus dituntut untuk menjaga kelangsungan lingkungan kita dan tidak melakukan kerusakan karena setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri. Sebagaimana ayat al-Qu’an menjelaskan :
“Telah tampak kerusakan di daratan dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS. Ar-Rum : 41)
alam raya telah ditundukkan Allah untuk manusia. Manusia dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Namun pada saat yang sama, manusia tidak boleh tunduk dan merendahkan diri kepada segala sesuatu yang telah direndahkan Allah untuknya, berapa pun harga benda-benda itu. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda itu. Manusia dalam hal ini dituntut untuk selalu mengingat-ingat, bahwa ia boleh meraih apa pun asalkan yang diraihnya serta cara meraihnya diridhoi Allah SWT, sesuai dengan kaidah kebenaran dan keadilan.









BAB III
PENUTUP



A.    SIMPULAN
Beberapa simpulan dari penyusunan makalah ini yakni :
1.      Akhlak merupakan gerakan spontan yang keluar dari hati menusia, berkedudukan paling penting dalam syariat agama untuk kehidupan sehari-hari, mencerminkan kadar keimanan seseorang.
2.      Sasaran Akhlak meliputi empat aspek yakni : akhlak kepada Allah, akhlak kepada orang tua, akhlak kepada sesama manusia, akhlak kepada lingkungan.
3.      Akhlak kepada Allah adalah dimana kita harus mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
4.      Akhlak kepada Orang Tua hendaknya kita berperilaku patuh, ihsan, lemah lembut dalam perkataan maupun tindakan, merendahkan diri di hadapannya, berterima kasih, berdoa untuk mereka.
5.      Akhlak kepada sesama manusia adalah dimana dalam berkehidupan kita saling berinteraksi kepada sesama manusia dan hendaknya dijaga kesopanannya, tutur katanya dan tidak menyakiti satu sama lain.
6.      Akhlak kepada lingkungan adalah perintah kepada manusia untuk menjaga apa-apa yang ada disekitar kita dan tidak melakukan kerusakan.

B.     SARAN
Setelah kita melihat begitu pentingnya nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu kita sebagai umat Islam harus dapat mengimplementasikan perilaku akhlak yang baik.








DAFTAR PUSTAKA



Tim Penulis, LKS Aqidah Akhlak “Al Fath”, (Gresik : Putra Kembar Jaya, 2008)
Tim Penulis, LKS Aqidah Akhlak “AL-Hikmah”, (Solo : Akik Pusaka, 2008)
Tim Penulis, LKS Alqur’an Hadits “Fitrah”, (Surakarta : Putra Nugraha, 2007)




Komentar

  1. LOMBA BLOG !
    permisi, minat ikut lomba blog ?
    Hello bloggers Indonesia! Dalam rangka menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H Refiza Souvenir menyelenggarakan blog competition bagi para bloggers. Tuliskan semua hal tentang souvenir Islami dan dapatkan hadiah menarik dari Refiza. . syarat dan ketentuan http://www.refiza.com/blogcompetition2015/

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan Faktor-Faktor Pendidikan

BAB 1-4 PKM PGSD